Nama : Fahri Zatul Umami
NIM : 1401415186
Rombel : 08
TUGAS MATA KULIAH
KEWIRAUSAHAAN
(5W+1H &
FW)
Dosen
Pengampu : Farid Ahmadi, S.Kom, M.Kom, Ph.D
Jawab:
Tidak jauh berbeda dengan arti
wiraswasta yang dijelaskan pada pertemuan sebelumnya. Menurut saya, arti
kewirausahaan juga berdasarkan kata dasarnya yang menjadi makna dari kata
tersebut yaitu Usaha. Usaha merupakan proses yang dilakukan seseorang dalam
menciptakan, membentuk, mengolah atau bahkan berpikir mengenai suatu hal yang
muncul dari kreativitas dirinya sendiri dan berusaha untuk mencapai apa yang
ingin diciptakan dan disertai sikap ulet, tekun, kerja keras dan berani
mengambil resiko akan kegiatan yang dilakukan. Sedangkan arti dari
kewirausahaan itu sendiri merupakan kemampuan atau keahlian seseorang dalam
melakukan proses usaha. Kemampuan yang dimiliki bisa mencakup kemampuan dalam
menciptakan dan mengolah suatu hal yang baru dan berasal dari kreativitas
mereka sendiri bukan dari hasil meniru dari karya orang lain. Selain itu dapat
juga kemampuan menentukan sikap dan waktu.. Sikap seperti apa yang harus ada
dalam diri dari seorang yang melakukan usaha dimana kiranya menempatkan sikap
yang sesuai dengan keadaan yang dialamai dan kapan sekiranya melakukan proses
usaha tersebut agar nantinya dapat membuahkan hasil yang maksimal. Jadi pada
dasarnya, kewirausahaan merupakan kemampuan seseorang dalam melakukan usaha
untuk mencapai hasil yang maksimal dan mendapatkan suatu keuntungan dari proses
tersebut.
2.Mengapa
Setiap pendidik harus mengetahui teori kewirausahaan? (why)
Jawab
:
Karena teori tentang kewirausahaan
memiliki banyak manfaat yang berkaitan dengan penerapan dalam kehidupan nyata.
Sebagai seorang pendidik diharapkan tidak hanya terfokus dalam buku dan
berpedoman pada pengetahuan akademik yang mereka miliki untuk dapat
menghasilkan suatu keuntungan materi, tetapi juga memiliki kemampuan yang lain dan
tentunya dapat meningkatkan penghasilan yang telah diperoleh pada umumnya. Diibaratkan
saja kita ditakdirkan hidup dalam sebuah kotak kecil. tidak seharusnya kita
berada dalam suatu kotak terus menerus yang hanya mengenal satu lingkup yang
kecil akan tetapi kita harus dapat keluar dari kotak tersebut agar dapat
menjangkau secara luas apa yang ada disekitar kita sehingga akan terdorong
untuk berpikir maju. Kita ketahui sendiri bahwa tahun demi tahun para calon
pendidik mengalami peningkatan. Banyak sekali yang mendaftar diperguruan tinggi
menjadi seorang pendidik, karena mereka berpikir menjadi seorang pendidik masa
depannya akan terjamin. Akan tetapi mereka tidak melihat dari realnya dalam
kehidupan bagaiamana nasib pendidik sebenarnya, karena peningkatan jumlah calon
pendidik tidak seimbang dengan angka pensiun dan pengangkatan menjadi Pegawai
Negeri.
Dari ribuan calon pendidik hanya
beberapa persen saja yang diangkat menjadi Pegawai Negeri setiap tahunnya. Jika
terus menerus seperti itu, bagaimana dengan calon pendidik yang lain? Apakah
mereka hanya menunggu tahun pengangkatan berikutnya dan menjadi pengangguran?
Akankah waktu jeda menunggu pendaftaran pegawai terbuang sia-sia? Waktu
tersebut dapat dijadikan waktu yang berharga bagi calon pendidik untuk mulai
berwirausaha dan menghasilkan pendapat sesambil menunggu pengangkatan menjadi
seorang pegawai negeri. Sehingga teori tentang kewirausahaan penting untuk
dipelajari oleh setiap pendidik agar mereka dapat mengaplikasikannya dalam
dunia nyata untuk memanfaatkan waktu luang yang ada untuk berwirausaha. Teori
kewirausahaan juga bermanfaat bagi calon pendidik yang nantinya sudah menjadi
seorang pegawai, jika teori tersebut diaplikasikan dapat meningkatkan
pendapatan dan tercipta kemakmuran serta kesejahteraan bagi para calon pendidik
untuk kedepannya. Materi yang terkandung dalam teori kewirausahaan juga
memiliki kualitas tersendiri karena didalamnya pasti akan mempelajari sikap
sikap positif dan mmetode mengambil peluang dengan berbagai strategi yang
mungkin dapat juga dapat diterapkan dalam kegiatan akademik sebagai calon
pendidik.
3.Siapa saja
yang berperan dalam kewirausahaan? (who)
Jawab
:
Yang berperan dalam kewirausahan
adalah produsen, distributor, konsumen dan investor. Produsen adalah orang yang
memproduksi, menghasilakan, menciptakan suatu produk baru dalam bentuk barang
dan jasa hasil dari kekreativitas diri sendiri. Distributor adalah perantara,
penghantar atau menyampaikan suatu produk dari produsen untuk dinikmati oleh
para konsumen sedangkan yang dimaksud dengan konsumen itu sendiri adalah orang
yang mengkonsumsi atau menikmati produk barang atau jasa yang dihasilkan oleh
produsen. Para wirausaha pastinya memerlukan konsumen untuk
menikmati produknya sehingga kegiatan usahannya akan berjalan semestinya dengan
akhir mendapatkan hasil. Kegiatan tersebut juga
tidak akan berjalan secara sempurna jika tidak adanya investor, karena investor
merupakan kunci utama kegiatan wirausaha dapat berjalan dengan baik. Yang
dimaksud dengan investor adalah pemberi modal sebagai pegangan penghasil barang
ataupun jasa yang dihasilkan oleh seorang produsen. Akan tetapi tidak semua
wirausaha yang dilakukan mencakup semua peranan tersebut. Karena pada dasarnya
semua usaha yang dilakukan tidak sama, menurut saya, usaha ada yang digolongkan
usaha kecil, sedang dan besar. Dalam usaha kecil yang berperan hanya produsen
dan konsumen contohnya seperti pedagang siomay keliling, bakso, sosis, Soto dan
masih banyak lagi, karena peran usaha tersebut akan distributor dan investor
semua dilakukan oleh produsen itu sendiri sedangkan usaha sedang itu adlah
usaha yang lebih unggul sedikit dibandingkan usaha kecil, usaha sedang biasanya
sudah memiliki tempat yang menetap tidak berkeliling yang biasanya dilakukan
oleh usahawan kecil pada umumnya. Dalam Usaha sedang sudah ada distributor
sebagai perantara antara produsen dan konsumen. Selain itu ada usaha besar
yakni usaha dimana semua peran dalam wirausaha berperan, ini biasanya dilakukan
oleh perusahaan atau pabrik-pabrik terkemuka yang didasarkan bisnis dan
kerjasama antara penanam modal dan produsen.
4.Dimana kita
bisa melaksanakan usaha? (where)
Jawab
:
Dimanapun kita bisa melaksanakan
usaha yang kita inginkan, akan tetapi ketika kita melaksanakan usaha, kita
tidak secara langsung menentukan tempat usaha sembarang tanpa berpikir logis.
Dalam memilih tempat usaha harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi, modal
yang dimiliki dan terutama Produk barang atau jasa apa yang dihasilkan. Seperti
contoh kita membuka usaha bengkel motor di kebun, hal itu sudah terlihat tidak
patut, kendaraan mana yang akan melewati sebuah kebun? Semua kendaraan pastinya
kebanyakan berada dijalan raya. Sehingga lebih tepatnya membuka usaha di area
pinggir atau dekat dengan jalanan. Agar dapat memperoleh keuntungan yang maksimal. Dalam menentukan tempat kita juga
harus mengkritisi dampak baik dan buruk dari tempat yang kita pilih untuk
membuka suatu usaha. Apakah tempat itu cocok dengan produk barang atau jasa
yang dihasilkan dan mendatangkan dampak baik dalam menungkatkan penghasilan
atau bahkan memiliki dampak buruk yang menjadi ancaman dari usaha tersebut
mengarah pada kerugian besar. Modal juga berpengaruh dalam menentukan tempat
usaha, dengan modal kita dapat membangun, membeli atau menyewa suatu tempat
untuk dijadikan tempat membuka suatu usaha. Jika modal tidak ada, maka akan
sulit dalam melaksanakan suatu usaha. Modal disini mungkin lebih cenderung
dengan usaha yang sedang dan besar yang pada umumnya sudah memiliki tempat
tetap dalam melaksanakan usahanya tidak suka berpindah-pindah mencari konsumen
tetapi konsumen yang mencarinya.
5.Kapan
dilakukannya usaha? (when)
Jawab
:
Usaha merupakan kegiatan yang
tidak mengenal waktu atau tempat.
Dimana
saja dan kapan saja kita dapat melakukan suatu usaha. Akan tetapi jika ditanya
kapan dilakukannya suatu usaha. Pertanyaan tersebut tidak jauh beda dengan
menjawab pertanyaan dimana kita harus melaksanakan usaha yaitu tergantung
dengan situasi dan kondisi, modal yang dimiliki dan produk barang atau jasa
yang dihasilkan. Dari ketiga hal tersebut harus ada. Ketika kta menciptakan
suatu produk harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, misalnya
saja ketika kita akan menjual Es hendaknya pada saat musim panas dan kemarau
tidak pada musim dingin atau musim hujan. Pasti kebanyakan konsumen akan
membelinya pada waktu musim panas. Membuka suatu usaha juga pada waktu kita
memiliki modal untuk memulainya, pada dasarya modal yang murni dari dirikita
sendiri, untung yang diperoleh nantinya akan lebih terasa dibandingkan dengan
modal yang berasal dari pinjaman.
6.Bagaiaman cara
atau strategi dalam pelaksanaan kewirausahaan? (how)
Jawab
:
Menurut saya, cara atau strategi
dalam pelaksanaan kewirausahaan tidak lepas dengan kelima hal yang telah
dibahas diatas. Pertama Kita harus mengenali apasih yang dimaksud dengan
kewirausahaan sebenarnya dan tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan tersebut.
Tidak lain adalah menanam modal sedikit tetapi menghasilkan untung yang
maksimal. Pernyataan tersebut dapat dijadikan pedoman oleh setiap wirausaha
dalam melaksanakan usahanya, jangan sampai melakukan kebalikannya, menanam
modal besar tetapi untung yang diperoleh hanya sedikit alias mengalami
kerugian. Kedua, kita harus mengetahui manfaat dari berwirausaha itu sendiri,
yaitu untuk meningkatkan penghasilan, mengasah kemampuan dan memanfatkan waktu
luang. Kegiatan wirausaha tidak dimaksudkan untuk kegiatab atau berbisnis yang
member dampak buruk.
Ketiga kita harus mengetahui siapa saja yang
sekiranya berperan dalam kegiatan wirausaha, biasanya tergantung usaha yang
kita lakukan kecil, sedang atau besar. Kita harus mengerti dan memahami peranan
masing-masing. Seperti halnya produsen yaitu yang menghasilkan suatu produk
barang atau jasa baru, diharapkan ide produk tersebut berasal murni dari ide
kreativ produsen itu sendiri, tidak mencoba untuk meniru dari ide orang lain.
Jangan sampai dicap sebagai plagiat, hal tersebut dapat mempengaruhi produk
yang dihasilkan. Akan tetapi jika ide itu hasil murni dari dirisendiri dan
merupakan inovasi baru maka akan cepat menarik perhatian konsumen untuk mencoba
mengkonsumsinya. Distributor, bagaimana peran mereka menjadi perantara sehingga
produk yang dihasilkan tepat sasaran pada konsumen. Investor, seberapa besar
mereka berani menanamkan modal untuk pertama kalinya membuka suatu usaha,
biasanya membutuhkan modal yang cukup besar karena pada umumnya, usaha pemula
banyak sekali mengeluarkan suatu bonus, diskon besar dan harga murah untuk
menggaet konsumen pertama agar menjadi pelanggan terlebih dahulu.
Keempat adalah strategi menentukan
tempat. Dalam menentukan tempat untuk usaha kita boleh saja mengambil tempat
dimana saja sesuka kita tetapi hendaknya kita juga melihat dampak yang akan
kita alami dan harus memperhatikan situasi dan kondisi, modal yang dimiliki dan
terutama Produk barang atau jasa apa yang dihasilkan. Kelima adalah menentukan
waktu yang tepat. Sama seperti menentukan tempat, menentukan waktu juga harus
memperhatikan situasi dan kondisi, modal yang dimiliki dan produk barang atau
jasa yang dihasilkan jangan sampai kita melaksanakan usah dalam waktu yang
tidak tepat karena akan mendatangkan kerugian yang cukup besar.
7. Untuk apa
kita perlu memahami strategi kewirausahaan? (For
what)
Jawab
:
Strategi kewirausahaan sangat
diperlukan dalam kegiatan berwirausaha, karena dalam mempelajari strategi
kewirausahaan tidak lain untuk memudahkan menjalankan usaha tersebut dan
melaksanakan dengan lancar tanpa hambatan. Misalnya saja kita paham tentang strategi
memahai peranan dalam berwirausaha otomatis kegiatan tersebut akan berjalan
baik, bagaimana tugas produsen, distributor dan investor akan mempengaruhi
produk yang dihasilkan. Kita ambil peran produsen yang harus menciptakan produk
baru dan harus mengetahui kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen sekarang,
distributor yang harus menjadi perantara tepat sasaran untuk konsumen akan
produk, serta investor yang menanamkan modal dengan keberaniannya mengambil
resiko. Jika kita tidak memahami strategi itu misalnya maka wirausaha yang
dibangun akan cepat runtuh. Misal saja produsen yang selalu membuat ide plagiat
dari produk lain dan tidak tau hal apa yang sedang dibutuhkan konsumen untuk
saat ini maka wirausaha yang dibangun akan sia-sia karena tidak akan menarik
konsumen.
Strategi memahami waktu dan tempat
juga misalnya, hal tersebut juga perlu kita pahami dalam berwirausaha untuk
kelancaran usaha yang dilakukan. Jika kita tidak bisa memahami strategi
kewirausahaan kita tidak dapat membayangkan usaha yang terjadi. Es dijual di
musim dingin dan bengkel motor yang buka di kebun, Pastinya bukan untung yang
didapat tetapi kerugian yang diperoleh. Sehingga memahami strategi
kewirausahaan perlu dipahami oleh para wirausaha untuk memudahkan usaha dan memperlancar
proses berlangsungnya usaha tersebut serta mempermudah mendapatkan keuntungan
secepat mungkin.

0 komentar:
Posting Komentar